Sabtu, 08 Mei 2010

Tanggapan tentang isu yang sedang terjadi di Indonesia saat ini


Krisis multidimensi dan berkepanjangan memang telah membuat bangsa Indonesia jatuh terpuruk dan semakin tertinggal dari bangsa-bangsa lain dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, pada saat yang sama krisis multidimensi dan berkepanjangan telah menumbuhkan kesadaran, tekad dan komitmen, dan inspirasi baru pada bangsa Indonesia untuk mengevaluasi, mendekonstruksi, dan merekonstruksi sistem pemerintahan dan pembangunan agar lebih berkualitas, efektif dan efesien. Salah satu langkah fundamental yang telah diambil untuk membawa bangsa ini keluar dari keterpurukannya adalah dengan menerapkan kebijakan Otonomi Daerah.
Namun  kenyataannya sistem yang selama ini telah dirombak kembali mengalami Atavisme dan hampir saja membawa pada keterpurukan di masa sebelumnya. Ini merupakan Problema yang dihadapi bangsa Indonesia secara keseluruhan dan yang paling penting lagi  dan tetap digaris bawahi selalu Dihantui dan dihimpit oleh sistem Kapitalisme, neo Imperialisme dan neo Kolonialisme.
          Mengapa ketika kedaulatan berada di tangan rakyat justru menjadi kesempatan bagi orang-orang besar memanfaatkan moment tersebut ??? apakah ini juga sudah bagian dari Perkembangan Sejarah Pemikiran Manusia ?? atau Cara penggunaan Materialisme Dialektika sebagai Pisau Analisa dengan mendasar pada realitas kehidupan masyarakat yang terjadi di Indonesia sudah tidak di berdayakan lagi???? Dimanakah yang namanya Kedaulatan berada di tangan RakyaT !!!


          Memang sikap kritik Seluruh Elemen Mahasiswa yang selama ini selalu Mengecam dan memberikan aksi protes terhadap sistem kebijakan dari Pemerintah maupun kepada orang-orang besar lainnya harus diakui mendapat Setingan yang begitu signifikan akan dinamika seperti itu.    
Namun sikap Idealisme yang dimiliki Mahasiswa terkadang mengalami guncangan ibarat mengarungi Samudra, terhempas dan di  bawa oleh arus! Justru ada beberapa dari elemen itu sendiri memanfaatkan kesempatan itu. Inilah yang mengakibatkan REVOLUSI Mandek!!!
Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan bilamana ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri. Ada beberapa yang menurut hemat saya wajar untuk dilakukan sehingga tercipta kekuatan yang Progresif Revolusioner:
          Pandangan Pertama; dalam mendinamisir dinamika yang sedang mencuak dewasa ini,segenap kaum pergerakan dan seluruh elemen Mahasiswa maupun aktifist organisasi melakukan satu gebrakan yang mengisyaratkan bahwa Mahasiswa peduli akan sistem yang sedang berlangsung. Kita tidak hanya berbicara kepada diri sendiri tetapi kadang-kadang kita harus berbicara cukup keras sehingga orang lain bisa mendengar kita.
Pandangan Kedua;  untuk melaksanakan misi yang sudah dipersiapkan seharusnya tidak harus dalam bentuk turun jalan dulu tetapi melalui Delegasi terlebih dahulu dengan sesuai Isu yang dibawa. Memonitoring terus dan mengawal yang dalam hal ini organ sebagai Socio Control.
Pandangan Ketiga; kita melihat semua hampir secara keseluruhan kasus-kasus ini merupakan Isu Nasional, ada baiknya disetiap kasus ini dibawakan di daerah masing-masing. Berkumpul bersama rakyat dengan membentuk berbagai Opini dan menyampaikannya ke Eksekutif maupun Legislatif di daerah tersebut.
Pandangan Keempat; Ketika  tidak mendapat perhatian sama sekali dari pemerintah setempat dengan delegasi yang dilakukan, barulah menggerakkan Estimasi massa mengajak komponen masyarakat menyatukan langkah dalam bentuk Aksi turun Jalan, bersama-sama menyuarakan sampai mendapatkan apresiasi yang baik dari pemerintah.
Pandangan Kelima; dalam meyampaikan tuntutan tidak semata-mata pada akhirnya akan selesai begitu saja. Tetapi harus tetap di follw-up sampai mendapatkan titik terang dari sebuah tuntutan. Yang dalam hal ini juga kita bukan seorang Eksekutor yang menginginkan perubahan yang begitu cepat tetapi akan selalu ada muara yang membawa pada suatu Pembaharuan.
          Kita menyadari bahwa pasca reformasi tahun 98’ yang menjadikan tonggak kesadaran bangsa akan tuntutan budi nuraninya yaitu terbebas dari belenggu penindasan “eksploitasi de I’ home par I’ home dan eksploitasi de nasion par nasion” ternyata masih jauh dari harapan kita. Dimana reformasi itu kenyataannya hanya menghasilkan rezim baru saja yang justru semakin Rakus akan kekuasaan dan kebendaan. Lalu dimanakah bentuk perjuangan mereka untuk mensejahterahkan rakyat marhaen???  Krisis  multidimensi yang mencabik-cabik bangsa kita ternyata belum mencapai titik jenuh bahkan kecenderungan terus memanas seiring dengan perubahan peta geopolitik. Apa yang akan diperbuat oleh Komunitas yang mengaku dirinya sebagai kader Pelopor bangsa penerus Bung Karno...!!!???

Jayalah Indonesiaku... !!!      Jayalah Negeriku...!!!

0 komentar:

Poskan Komentar